Studi Kasus Voice Recording System PT KAI LRT Jabodebek: Solusi Pengumuman Otomatis untuk 18 Stasiun

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan LRT Jabodebek, sistem kereta ringan pertama di Indonesia yang berjalan tanpa masinis. Sejak beroperasi pada Agustus 2023, LRT ini melayani 18 stasiun dengan dua jalur utama sepanjang 43,5 km, mencakup rute Cibubur, Bekasi, dan Dukuh Atas. Rata-rata 70.000 penumpang naik setiap hari. Angka itu terus naik setiap bulan.
Sistem kereta tanpa masinis membawa tantangan tersendiri. Semua komunikasi kepada penumpang harus berjalan otomatis. Tidak ada kondektur yang bisa memberikan pengumuman langsung. Setiap informasi perjalanan, peringatan kedaratan, dan instruksi evakuasi harus terkirim secara akurat melalui pengeras suara di stasiun dan dalam kereta.
PT KAI membutuhkan sistem perekaman suara (voice recording system) yang bisa mengelola ratusan pengumuman dalam dua bahasa, terintegrasi dengan sistem kendali kereta, dan tetap andal dalam kondisi darurat. Ini bukan proyek rekaman biasa. Ini sistem yang menjadi jembatan suara antara operator dan puluhan ribu penumpang setiap hari.
Tantangan Sebelum Sistem Baru
Sebelum Next IT terlibat, proses perekaman dan distribusi pengumuman suara di LRT Jabodebek menghadapi beberapa masalah:
- Pengumuman manual. Petugas stasiun harus menekan tombol dan berbicara ke mikrofon setiap kali ada perubahan jadwal atau kondisi darurat. Tidak praktis untuk 18 stasiun yang beroperasi bersamaan.
- Kualitas tidak seragam. Suara petugas berbeda-beda antar stasiun. Volume dan kejelasan tidak konsisten, terutama saat stasiun penuh penumpang.
- Dua bahasa tapi tidak sinkron. Pengumuman Bahasa Indonesia dan Inggris direkam terpisah tanpa sistem manajemen yang terpusat. Sinkronisasi antar stasiun menjadi masalah.
- Tidak ada integrasi darurat. Sistem peringatan gempa dan keadaan darurat belum terhubung ke sistem pengumuman suara secara otomatis.
- Audit trail tidak ada. Tidak ada catatan kapan pengumuman diputar, apa isinya, dan di stasiun mana. Ini penting untuk kepatuhan keselamatan.
PT KAI mencari mitra yang memahami persinyalan kereta dan teknologi audio secara bersamaan. Mereka butuh solusi, bukan sekadar vendor perangkat. Tim pengembangan software Next IT langsung turun ke lapangan untuk memahami kebutuhan teknis secara mendalam.
Solusi: Voice Recording System Terpusat
Tim Next IT merancang Voice Recording System (VRS) yang terdiri dari tiga lapisan utama: studio perekaman profesional, server distribusi terpusat, dan unit pemutaran di setiap stasiun.
Studio Rekaman Profesional
Kami membangun studio rekaman di kantor operasional LRT Jabodebek. Dua pengisi suara profesional direkrut, satu untuk Bahasa Indonesia dan satu untuk Bahasa Inggris. Setiap naskah dibacakan, direkam, dan melalui proses noise reduction hingga kualitasnya setara siaran radio.
Total 246 file audio dihasilkan dari sesi perekaman yang berlangsung 3 minggu. Cakupannya meliputi:
- Pengumuman kedatangan dan keberangkatan kereta
- Informasi stasiun tujuan dan rute
- Petunjuk keselamatan dan prosedur darurat
- Pengumuman waktu salat untuk stasiun
- Informasi gangguan perjalanan dan pengalihan rute
- Peringatan gempa dan evakuasi
Sistem Manajemen Audio Terpusat
Kami mengembangkan dashboard web untuk mengelola seluruh perpustakaan audio dari satu titik. Tim operasional LRT bisa:
- Memutar pengumuman ke stasiun tertentu atau seluruh jaringan
- Menjadwalkan pengumuman berulang (contoh: batas waktu parkir, jam operasional terakhir)
- Memantau status pemutaran di setiap stasiun secara real-time
- Menambahkan atau memperbarui file audio tanpa mendatangi stasiun satu per satu
Integrasi dengan Sistem Stasiun
Tantangan teknis terbesar adalah integrasi. Setiap stasiun memiliki perangkat pengeras suara Bosch Public Address yang sudah terpasang. Sistem voice recording harus bisa memicu perangkat ini secara otomatis berdasarkan sinyal dari Automatic Train Supervision (ATS).
Kami membangun antarmuka berbasis API yang menghubungkan server VRS dengan sistem ATS di Operation Control Center (OCC). Ketika kereta mendekati stasiun, sinyal dari ATS mengirimkan kode stasiun dan jenis pengumuman ke VRS. Sistem memilih file audio yang tepat dan memutarnya secara otomatis. Semua dalam hitungan detik.
Integrasi juga mencakup sistem deteksi gempa dan sinyal darurat dari OCC. Jika sensor gempa teraktivasi, VRS langsung memutar perintah evakuasi di seluruh stasiun tanpa perlu campur tangan manusia.
Implementasi: 5 Fase dalam 4 Bulan
Proyek ini dikerjakan dalam 5 fase selama 4 bulan. Tim Next IT terdiri dari 1 project manager, 2 software engineer, 1 audio engineer, dan 1 teknisi lapangan.
Fase 1 studio rekaman dan produksi audio (3 minggu). Kami menyiapkan studio, merekrut pengisi suara, memproduksi 246 file audio, dan melakukan quality assurance pada setiap file.
Fase 2 pengembangan dashboard (4 minggu). Tim software membangun dashboard web untuk manajemen audio, sistem penjadwalan, dan API integrasi.
Fase 3 integrasi dengan ATS dan perangkat stasiun (5 minggu). Fase paling kritis. Kami menghubungkan VRS ke sistem ATS, melakukan pengujian integrasi di OCC, dan memastikan setiap sinyal pemicu menghasilkan pengumuman yang benar di stasiun tujuan.
Fase 4 instalasi dan pengujian lapangan (3 minggu). Kami menguji sistem di seluruh 18 stasiun. Setiap stasiun diuji untuk skenario normal (kedatangan dan keberangkatan) dan darurat (gempa dan evakuasi). Tim memperbaiki masalah latensi audio dan ketidakcocokan pemicu di 3 stasiun.
Fase 5 peluncuran dan masa transisi (1 minggu). Sistem diluncurkan secara penuh. Tim operasional LRT dilatih menggunakan dashboard. Selama 2 minggu pertama, teknisi Next IT siaga di OCC untuk menangani masalah langsung.
Hasil dan Dampak
Setelah 4 bulan implementasi, sistem voice recording memberikan dampak terukur pada operasional LRT Jabodebek:
- Pengumuman otomatis di 18 stasiun. Setiap kedatangan dan keberangkatan , semua berjalan tanpa sentuhan manual.
- Kualitas audio seragam. Volume dan kejelasan sama di Dukuh Atas maupun Harjamukti. Tidak ada lagi pengumuman yang tidak terdengar karena perbedaan petugas.
- Dua bahasa konsisten. Bahasa Indonesia diikuti Bahasa Inggris dengan jeda yang tepat. Tidak ada lagi rekaman yang tumpang tindih atau durasi tidak seimbang.
- Response darurat dalam 2 detik. Sistem deteksi gempa terintegrasi langsung memicu perintah evakuasi tanpa jeda operator.
- 100% coverage. Capaian pemutaran pengumuman mencapai 100% di seluruh stasiun selama masa pengujian.
- Biaya operasional turun. Tidak perlu petugas khusus untuk pengumuman manual di setiap stasiun. Satu operator di OCC bisa mengelola seluruh jaringan.
Tim operasional LRT kini menjalankan sistem ini setiap hari. Salah satu staf OCC mengatakan, "Dulu kami harus teriak ke mikrofon kalau ada gangguan. Sekarang sistem jalan sendiri. Kami tinggal pantau."
Mengapa Pendekatan Ini Berhasil
Ada tiga alasan proyek ini berjalan mulus.
Pertama, pendekatan sistem end-to-end. Kami tidak hanya menjual file rekaman. Kami membangun seluruh rantai dari produksi audio, distribusi, hingga pemutaran di lapangan. Tidak ada titik buta dalam tanggung jawab.
Kedua, pemahaman domain transportasi. Tim konsultan IT outsourcing Next IT sudah berpengalaman dengan sistem persinyalan kereta dan proyek infrastruktur berskala besar. Integrasi ATS bukan barang baru. Ini mempercepat fase pengembangan dan mengurangi risiko error saat produksi.
Ketiga, kolaborasi dengan tim teknis PT KAI. Kami bekerja bersama tim operasional LRT dan teknisi di setiap stasiun. Pendekatan solusi AI dan otomatisasi Next IT diterapkan untuk memastikan sistem bisa belajar dari pola operasional dan meningkatkan akurasi pemicu pengumuman dari waktu ke waktu. Umpan balik lapangan langsung masuk ke pengembangan. Tidak menunggu sampai semuanya selesai baru diperbaiki.
Proyek ini membuktikan bahwa sistem audio untuk transportasi publik bukan sekadar soal suara yang bagus. Ini soal keandalan, integrasi, dan ketepatan dalam setiap kondisi.
Tech Stack
| Lapisan | Teknologi |
|---|---|
| Audio Production | Adobe Audition, noise reduction processing, studio-grade condenser microphone |
| Backend | Node.js (Express), PostgreSQL, Redis untuk caching |
| Frontend Dashboard | Next.js, real-time monitoring via WebSocket |
| Integration API | RESTful API dengan protokol integrasi ATS |
| Audio Distribution | nnounce ionode4 untuk streaming audio latensi rendah |
| Hardware | Bosch Public Address system, Infotec LED display panels |
| Deployment | Docker container, 3-node cluster untuk high availability |
Kesimpulan
Voice Recording System untuk LRT Jabodebek adalah salah satu proyek infrastruktur digital yang kami banggakan. Sistem ini menjadi tulang punggung komunikasi penumpang untuk transportasi publik modern di Indonesia. Lebih dari 70.000 penumpang setiap hari mendengar suara hasil rekaman kami saat naik dan turun kereta.
Dari studio rekaman hingga 18 stasiun, dari naskah Bahasa Indonesia hingga perintah evakuasi otomatis, sistem ini bekerja diam-diam di belakang layar. Dan itulah yang diinginkan: penumpang tidak perlu berpikir dua kali untuk mengerti informasi perjalanan mereka.
Tertarik membangun sistem serupa untuk proyek transportasi atau infrastruktur Anda? Jelajahi portofolio pengembangan aplikasi dan sistem Next IT atau lihat layanan IT lainnya. Kami siap diskusi. Hubungi tim Next IT untuk konsultasi gratis.
Ditulis oleh Tim Next IT
Nexie
PT Niaga Expert Teknologi